Skip to content

Tugas mengarang Sekolah Dasar

April 16, 2013

MENJENGUK ADINATA YANG SEDANG SAKIT

Dahulu waktu aku kelas 5 SD, tetanggaku ada yang sakit. Tetanggaku itu bernama Adinata. Adinata juga kelas 5 SD. Ia adalah teman baikku. Adinata saat itu sedang terbaring sakit di Rumah Sakit William Buot yang terletak di Jl. Diponegoro. Ia menderita penyakit leukimia. Ia menderita sejak kelas 2 SD. Aku sangat terharu melihatnya, karena ia sudah kehilangan ibu yang ia sayangi. Ibunya meninggal karena tertabrak bis waktu pulang dari desanya. Aku menjenguk Adinata bersama dengan Dekka, Rici dan Yodi. Tubuh Adinata sangat lemah sekali, dengan wajahnya yang pucat dan matanya yang sayup, ia masih menampakkan dsenyumnya untuk menyambut kadatanganku dan teman-temanku. Ia berbaring sakit di kamar Pandan. Adinata sangat senang sekali saat aku, Dekka, Rici, dan Yodi menjenguknya.

Aku membawakan sedikit buah-buahan segar dan sedikit roti tawar. Tetapi tida hanya itu, aku juga membawakan bantuan uang sebesar Rp 40.000,00 hasil sumbangan dariku, Dekka, Rici, dan Yodi. Saat adinata sakit, ayahnya sangat kebingungan untuk mencari pinjaman uang. Ayah Adinata membutuhkan uang sebesar Rp 5.000.000,00. Akhirnya, uang tersebut didapatan juga oleh ayah Adinata. Adinata terbaring sakit di rumah sakit selama 1 minggu. Dan masa opname pun dilewati oleh Adinata. Adinata sudah pulang dari rumah sakit. Sebenarnya Adinata harus dirawat di rumah sakit selama 2 minggu. Tetapi, karena ayah Adinata tidak mempunyai uang. Adinata hanya dirawat selama 1 minggu saja. Saat pembayaran biaya administrasi rumah sakit ternyata uang yang digunakan untuk membayar kurang. Padahal, ayah Adinata hanya memiliki uang Rp 5.000.000,00 .

uang yang dibutuhkan sebesar Rp 6.000.000,00. Tetapi, orang tua Dekka tidak hanya diam saja. Orang tua Dekka juga ikut membantu ayah Adinta untuk melunasu semua biaya administrasi Adinata sewaktu Adinata sakit. Kebetulan orang tua Dekka adalah orang kaya, jadi orang tua Dekka memberi bantuan uang sebesar Rp 2.000.000,00. Sedangkan sisanya, untuk memenuhi kebutuhan Adinata dan ayahnya dalam beberapa jangka waktu. Setiap pulang sekolah aku dan teman-temanku menjenguk Adinata yang kondisi tubuhnya masih belum pasti kesehatannya. Namun, disaat Adinata sudah tidak dirawat di rumah sakit lagi, kondisi Adinata kembali sakit lagi. Dan sakitnya menjadi tambah parah dan sangat mengkhawatirkan sekali. Hingga kami terkejut waktu aku dan teman-temanku mengetahui kalau Adinata sakit lagi.

Dan Adinata harus dirawat di rumah sakit lagi. Tetapi, Adinata tidak dirawat di Rumah Sakit William Buot lagi, Adinata dirawat di Rumah Sakit Karamenjangan. Namun, disaat Adinata sakit, ayahnya tidak dapat menemaninya, karena Pak Andre, ayah Adinata sibuk bekerja agar saat pembayaran biaya administrasi tidak merepotkan orang lain. Sebagai pengganti ayah Adinata yang sedang sibuk bekerja, aku Dekka, Rici dan Amel menemaninya sewaktu sakit. Yodi tidak ikut menemani Adinata karena. Yodi pergi ke Kuala Lumpur, Singapura untuk menjenguk neneknya yang kebetulan juga sedang sakit. Ayah Adinata sangat kesal dengan dirinya sendiri karena, beliau tidak mampu menemani Adinata saat sedang sakit.

Adinata dirawat di rumah sakit lebih lama, karena penyakit yang ditanggung oleh Adinata semakin parah. Adinata dirawat selama 2 minggu lebih 4 hari. Adinata saat di rumah sakit tidak kami temani selama 1 hari saja karena, kami ada acara persami di sekolahan. Saat kami tidak menemani Adinata yang sedang sakit, ia hanya bergelimung di tempat tidur rumah sakit dan hanya ditemani oleh para perawat yang ada di rumah sakit. Setelah kami selesai pelaksanaan persami, kami kembali menemani adinata yang sedang sakit. Saat aku dan teman-temanku tiba menjenguk Adinata, Adinata senang sekali karena sudah ada yang menemani.

Saat ayah Adinata pulang dari bekerja. Ayah Adinata langsung memeluk Adinata dengan perasaan yang sedih karena melihat anak semata wayangnya menderita penyakit leukimia yang sangat parah dan tidak segera sembuh dari penyakitnya. Ayah Adinata pulang dengan membawa uang yang hanya berkantongkan Rp 1.500.000,00 saja. Setelah Adinata selesai melewati masa opname, waktu pembayaran biaya administrasi pun datang kembali. Pembayaran biaya administrasi memakan biaya sebesar Rp 8.500.000,00. Lagi-lagi ada orang yang mau membantu ayah Adinata untuk melunasi semua biaya rumah sakit. Orang yang mau membantu adalah Pak Ahmad dan Ibu Aini. Pak Ahmad adalah paman Amel. Sedangkan, Ibu Aini adalah istri dari pak RW yang ada di kampungku.

Pak Ahmad menyumbangkan uang sebesar Rp 2.500.000,00 sedangkan Ibu Aini menyumbangkan uang sebesar Rp 4.000.000,00. dan biaya adminisrasi pun terlunasi juga. Adinata dan ayahnya merasa telah merepoti orang lain.

Tetapi, aku sangat snang sekali karena, dapat membantu dan membahagiakan orang lain meskipun tidak membantu terlalu banyak. Dan aku juga senang saat Adinata kembali tersenyum simpul lagi.

About these ads

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: